Oleh Bambang Murtiyoso
KEDUDUKAN PAKEM
Pakem sering disikapi sebagai peraturan yang tidak boleh dilanggar, seperti pernyataan A. Seno-Sastroamidjojo yang telah dikutip pada bagian awal tulisan ini. Dalam buku yang samaNonton Wajang Kulit--Sastroamidjojo secara lebih tegas mengatakan: “Dengan perkataan lain merubah ‘sastra pinatok’ itu secara sewenang-wenang, sekalipun ke arah “perbaikan” . . . berarti membuat kesalahan . . . (1958:136).
Kususumadilaga dalam Serat Sastramiruda melampirkan satu teks lengkap dengan yang dikatakan: “iki ginawé babon lakon Parasara Rabi.” Pada bagian pengantar dikatakan bahwa: “cariyos ugering pedalangan ing¬kang sampun mupakat kanggé abdi dalang ing kadipatèn anom” (1930:1). Pernyataan ini memberikan pengertian bahwa pedoman lakon tersebut hanya berlaku di kalangan terbatas, kadipaten anom. Artinya, tidak harus diikuti oleh para dalang di luar kadipaten anom.
Ki Pujasumarta, dalang terkenal dari Klaten, angkatan pertama murid Padhasuka, berkaitan dengan pakem mengatakan bahwa: “pakem mono temené mung kanggo ancer-ancer para dalang sing lagi sinau mayang, yèn wis mayang temenan luguné kari gumantung marang kadéwasaning dalang. Sabab, lumrahé sing pada sinau mayang (di Padasuka) wis pada duwé sangu carané mayang, jalaran kabèh racak anak dalang sing wis payu mayang” (wawancara tanggal 12 Juni 1970). Perlu diketahui bahwa Pujasumarta sendiri di kalangan dalang, di luar keraton, terkenal sebagai dalang yang sangat ketat mengikuti pakem Padasuka.
Ki Atmacendana alias Nayawirangka dalam pengantar bukunya, Serat Tuntunan Padalangan Tjaking Pakeliran Lampahan Irawan Rabi, mengatakan bahwa: “dene angsal kula seserapan saking para saged kulaklempakaken sarta kula laras kangge tuntunan pasinaon padalangan, . . . (1956:8). Demikian juga Ki Wignyasutarna dalam pengantar tulisannya, Diktat Pedhalangan Ringgit Purwa Watjutjal Lampahan Makutharama, mengatakan senada dengan pernyataan Atmacendana. Prabaharjana dalam Serat Tuntunan Andhalang Djangkep Sinau Tanpa Guru Lampahan ‘Parta Krama’ utawi Dhaupipun Dewi Bratadjaya Angsal Raden Arjuna mengatakan bahwa: “Panggubah kula lampahan Partakrama . . . kadamel langkung cekak nanging rehne ngengeti bilih punika serat tuntunan andhalang tumrap para ingkang nembe sinau pramila kaangkah jangkep, kenginga kangge tambah seserapan )Probohardjono 1966:3).
Mencermati sejumlah pendapat di atas, agaknya dapat disimpulkan bahwa kedudukan pakem lebih diperuntukkan bagi para dalang pemula atau calon dalang, sifatnya sebagai pedoman awal dan/atau ancar-ancar semata. Apabila pakem disikapi sebagai sesuatu yang harus dilaksanakan secara ketat oleh dalang, mungkin terbatas pada lingkup tertentu, misalnya keraton.
Sampai dengan artikel ini selesai ditulis dan diopload belum pernah dijumpai seorang dalang yang menyajikan pertunjukan wayangnya secara ketat seperti pakem pe-dalang¬an yang dipakai dan dianut; termasuk para dalang dan/atau guru dalang yang mengaku sebagai abdi dalem dalang keraton. Pendapat Sastroamidjojo yang sangat tajam bahwa pakem tidak boleh dirubah dapat dikatakan “ngawur’ sebab tidak sesuai dengan kenyataan yang terjadi dalam jagat pakeliran. Pernyataan tajam itu kiranya dapat dimaklumi sebab Adeg, Seno-Sastroamidjojo bukan dalang; barangkali informasi yang diterima terbatas dari kalangan yang juga bukan dalang; kemungkinan juga tidak didasarkan atas pengamatan yang jeli dan bersungguh-sungguh.
Pada masa kejayaannya, keraton memang memiliki wibawa dan/atau pengaruh yang besar, termasuk di bidang pedalangan; tetapi perlu diingat bahwa peredaran pakem keraton itu tidak merata dan meluas ke seluruh lapisan masyarakat. Dalang-dalang di luar keraton lazimnya meniru kepada para dalang yang lebih populer dan/atau senior; biasanya telah memiliki cara ter¬sendiri dalam melaksanakan pertunjukan wayangnya. Pada kenyataannya tidak semua dalang memiliki kegemaran membaca karena berbagai sebab. Dengan demikian banyak wujud pakeliran tidak sesuai, bahkan barangkali sama sekali berbeda, dengan pakem keraton.
Para dalang “tiru-tiru” itu selanjutnya, secara alami dan kreatif, dapat menyanggit sendiri pakelirannya dalam menghadapi segala permiantaan masyarakat yang selalu berubah. Sering terjadi para dalang “tiru-tiru” tadi lama-kelamaan menjadi dalang yang memiliki kepopuleran puncak di masyarakat luas. Ironisnya, yang terjadi sekarang, ada sejumlah dalang populer--yang nota bene sering dianggap perusak pakem--diangkat menjadi abdi dalem dalang di keraton, dengan diberi gelar kebangsawanan tertentu.
PERBEDAAN-PERBEDAAN YANG TERJADI
Ketidakketatan para dalang dalam menyikapi pakem dapat diamati pada pelaksanaan pengajaran dalang di berbagai lembaga pendidikan pedalangan, meskipun mereka belajar pada guru yang sama. Pertentangan berkepanjangan sering terjadi hanya pada masalah-masalah tehnis kecil, yang sebenarnya secara kualitas tidak sangat berpengaruh; misalnya dalam hal pola dodogan dan/atau keprakan, pemilihan wayang, dan posisi cacakan wayang (pada cacakan atas atau bawah). Contoh lain adalah masalah kapan dalang mulai diperbolehkan membunyikan kepyak, keprak, kepyèk, atau kecrèk pertama kali dalam pakeliran? Paling tidak, di kalangan pedalangan gaya Surakarta, ada empat pendapat ber-kaitan dengan hal ini, yaitu pada:
a) Ada-ada Astakuwala Ageng setelah cakepan yang berbunyi “mung-jir” terakhior;
b) Ada-ada Girisa dalam jejer dan/atau adegan pasowanan njawi, bersamaan dengan pengucapan cakepan yang berbunyi: ya Kresna lakunira Para-surama;
c) saat memberi suasana yang tegang, greget, waktu gending srepegan dibunyikan, meskipun masih dalam jejer;
d) adegan yang mana saja--termasuk di dalam jejer--apabila sangat diperlukan.
Pendapat terakhir tersebut sesuai dengan keterangan Atmacendana dalam buku pakem pedalangan yang sering disebut, yang mengatakan bahwa: "Makaten malih panganggenipun kepyak salebeting jejer, sa¬nadyan taksih salebeting jejer, manawi wonten perlunipun perlunipun kenging ngangge kepyak, kadosta: manawi wonten tamu sami ratu, mestinipun tangan kalih sami nyepeng ringgit, mangka gangsa seseg bade njantur, punika kenging ngangge kepyak, wosipun sadengah tindak ingkang bade keter, punika lajeng ngangge kepyak, sampun kenging kemawon" (1956 I & II:46--47).
Menarik untuk dikaji selanjutnya, bagi yang berminat, agaknya sastra pinatok yang berbunyi syuh rep data pitana digunakan dalam janturan jejer baru dimulai semenjak zaman Reditanaya; meskipun rangkaian kosakata itu sudah ada semenjak Mpu Tanakung dalam Wrtasancaya, dalam bahasa Jawa Kuna, yang berbunyi: syuh rep nda ta tita hana.
Para mahasiswa ASKI Surakarta (akhir tujuhpuluhan) pernah dibingungkan atas pendapat para dosen luar biasa mereka, yang kesemuanya mengaku mantan murid dan/atau penganut pakem kasunanan, tentang praupan Jembawatii. Pen¬dapat yang pertama mengatakan bahwa Jembawati tergolong lanyapan, sedang pendapat kedua sebaliknya, luruh. Dasar pemikiran pertama adalah karena Jembawati anak Trijata (lanyapan), sehingga berdasarkan gene tersebut tepat apabila Jembawati lanyapan. Pendapat kedua didasarkan atas konvensi yang berlaku dalam dunia pakeliran bahwa apabila raja berparas lanyap (Kresna) maka permaisuri (Jembawati) berdasarkan kelaziman pula berparas sebaliknya, luruh. Dengan demikian apabila raja dan permaisuri berdialog memudahkan dalang dalam menetapkan antawacana wayang.
Perdebatan panjang pernah terjadi hanya alasan kecil, udanagara (kepantasan), menyangkut cacakan wayang di gedebog (pohon pisang). Contoh populer adalah tancapan saat Sembadra bersama para permaisuri Dwarawati menghadap Kresna. Satu pihak mengatakan bahwa Sembadra harus ditancapkan di gedebog atas, sebab secara geneologis mereka sejajar, bahkan lebih tua, apabila dibanding dengan ketiga permaisuri Dwarawati yang dicacakkan di gedebog atas. Pihak lain mengatakan sebalik¬nya, gedebog bawah, sebab saat adegan itu (kedatonan) termasuk adegan resmi kenegaraan, status Sembadra di luar strata resmi.
Banyak masalah teknis menarik dalam studi tentang pakem, meskipun dalam gaya dan/atau komunitas yang sama. Syair atau cakepan yang berbunyi: “nembang tengara mundur” dan seterusnya pada pakem Jaladara Rabi (Reditanaya) diterapkan pada suluk patet nem (nama repertoar tidak disebutkan) dan untuk menyertai kedatangan tamu dalam jejer (babak unjal). Pada pakem-pakem yang lain khusus diterapkan pada suluk patet Lindur sebagai pengiring mundurnya para prajurit setelah prang gagal serta isyarat peralihan babak, dari bagian patet nem ke bagian patet sanga.
Permasalahan dapat direntang ke masalah udanagara, kepantasan, etiket, atau kesantunan; yang sering dipakai untuk mengukur baik dan buruknya sebuah pakeliran yang disajikan dalang. Sejumlah contoh kutipan dari buku pakem resmi keraton di bawah ini dapat dijadikan bahan diskusi.
Pertama, kutipan pocapan gara-gara pada Serat Sastramiruda yang berbunyi:
. . . mila rama saputra sami nami lurah, teka wonten jajare ora, mila gentos amaréntah, anglurahi badané priyongga. Dangu Ki Lurah Semar tumurun saking ngarga, boya madha yèn bendarané: manther cahyané, mancur senené, bagus warnané. Wangsul wulucumbu kawulané, wandané kaya gudèl njerum, kang manther uyuhé, mancur duburé . . . (Kamajaya 1981:218).
Kecuali susunan pocapan seperti kutipan di atas tidak dijumpai dalam pakem yang lain, penggunaan kosakata uyuh dan dubur pantas dipertanyakan: apakah hal ini dapat diterima sebagai pedoman bagi para dalang keraton?
Kedua, kutipan teks dialog Kresna, sedang berbicara dengan anaknya (Samba) pada lakon Irawan Rabi (Naya¬wirangka) tertulis: “Uwis ta, tak jaluk colokna matamu, yèn atimu merem, mung kowé kang werit (1960 II & IV:37). Pantaskah sebagai seorang raja Kresna berkata colokna matamu?
Dalam berbagai maszab dan/atau gaya pedalangan Jawa juga sering kita jumpai perbedaan-perbedaan pedoman tentang sesuatu, misalnya:
1. kecondongan kayon, di Kasunanan untuk bagian pathet nem condong (doyong) ke kanan; sedangkan di Mangkunegaran ke kiri, sebaliknya dalam pathet manyura di Kasunanan condong ke kiri di Mangku¬negaran condong ke kanan;
2. antawacana raja dalam jejer, di Kasunanan ditetapkan dengan nada atau laras gamelan 6 (nem tengah) tetapi di Mangkunegaran harus nada 2 (gulu tengah);
3. penggunaan sulukan Jingking di Mangkunegaran ditetapkan bagi ksatria bokongan, di Kasunanan ksatria jangkahan, sebaliknya sendon Bimanyu atau Elayana di Mangkunegaran diterapkan untuk ksatri jangkahan di Kasunanan untuk bokongan
4. di kalangan keraton Gathutkaca wanda guntur, di lingkungan dalang Klaten disebut wanda tatit, sebaliknya wanda tatit di Keraton oleh dalang Klaten disebut guntur;
5. Bima di Surakarta biasanya diceritakan berputera dua (Antareja atau Antasena dan Gathutkaca), sedang di Yogyakarta putera Bima ada tiga orang, yaitu: Antareja, Antasena, dan Gathutkaca. Bahkan Banyumas empat orang.
Contoh-contoh seperti yang disampaikan di atas dapat diperpanjang dan banyak sekali, sampai hal-hal yang kecil. Seperti misalnya Kresna bertolak pinggang atau “malangkerik” di Yogyakarta; dan hal ini dirasa janggal bagi orang pecinta pakeliran gaya Surakarta.
Contoh-contoh yang dipaparkan tadi serta pengamatan yang sangat banyak terhadap sajian pakeliran, kita dapat merumuskan kesimpulan bahwa: tidak ada satupun bentuk pakem yang berlaku di sepanjang masa-- walaupun dalam daerah maszab dan/ atau gaya yang sama; dan juga tidak ada satupun bentuk pakem yang diakui oleh seluruh dalang atau seluruh maszab dan/atau gaya pedalangan yang ada.
PELANGGARAN RAMBU-RAMBU PEDALANGAN
Sadar ataupun tidak, ternyata banyak dalang yang tidak patuh terhadap pakem, sebagai rambu-rambu pedalangan. Penulis mungkin tergolong aliran yang tidak menutup kemungkinan pelanggaran pakem-pakem itu.
Sejajar dengan itu Penulis pernah menyampaikan pendapat pada suatu Sarasehan Dalang 1984 di ASKI Surakarta demikian: "Awit pakem makaten ugi kathah sanget, gumantung jaman, kewontenan sarta saben kalangan (dhalang) anggadhahi pakem piyambak-piyambak. Kita mboten saged lajeng gampil mastani dhalang A salah sanggite, salah pakeme, salah lakone, . . . Awit manut pamanggih kula, saben dhalang anggadhahi panutan piyambak" (Murtiyoso 1984:5).
Selanjutnya, berkaitan dengan mutu pergelaran wayang atau sajian pakeliran, Penulis berpendapat demikian: "Gesanging pakeliran punika boten awit saking lampahan, nanging gumatung dhateng moncering sanggit sarta boboting dhalang. Manawi dhalangipun sugih sanggit, cekap kasagedanipun; sabet, swanten, trampil ing samukawisipun, sarta tanggap kawontenan jaman, lebet jiwanipun—kula pitados badhe bregas pakeliranipun" (Murtiyoso 1984:7).
Pelanggaran terhadap pakem yang demikian ada yang memang disengaja, terutama para dalang yang kreatif, dengan terpaksa harus banyak mendalang di masyarakat. Dalang-dalang “laris” itu merasa wajib untuk selalu menyajikan pakeliran yang senantiasa segar, meriah, glamour, dan spektakuler; yang diharapkan dapat memikat penontonnya. Tetapi, ada pula dalang yang mengingkari pakem hanya didorong oleh satu kebutuhan demi selera penonton, meskipun selera yang dangkal. Ada pula dalang yang memang tidak pernah bersentuhan langsung dengan pakem mana pun; padahal pakem sering dijadi¬kan ukuran seseorang untuk menilai sebuah pertunjukan wayang.
Masalahnya sekarang adalah, sejauh mana seorang dalang diperbolehkan meninggalkan pakem? Sebab, penulis yakin sekalipun seorang dalang mempunyai kebebasan dalam menyanggit, sebagai upaya kemasan pakelir¬an, pasti ada benang merah yang dapat digunakan sebagai kriteria dalam menetapkan penilaian. Berkaitan dengan hal ini, kiranya dapat diajukan beberapa pertanyaan sebagai bahan diskusi nantinya.
1. Bolehkah jejer dengan menampilkan tokoh bukan manusia (raksasa atau binatang misalnya)?
2. Apakah setiap jejer harus dimulai dengan adegan kerajaan?
3. Bolehkah menampilkan wayang-wayang baru seperti: pesawat terbang, sepeda/motor, ambulans dan sebagainya?
4. Bagaimana dengan sanggit lakon yang jauh menyimpang dari ceritera yang sudah ada? Termasuk penciptaan lakon baru seperti: Gareng Tetak, Udawa Dodol TV, Aswatama Ketemu Penembak Misterius?
5. Bolehkah memasukkan ricikan non gamelan, sepeti: bas drum, klarinet, simbal, tambur, dan sebagainya? Bagaimana kalau bedug, rebana, atau selompret reog?
Pertanyaan di atas terutama penulis sampaikan kepada para ahli pedalangan dan para dalang sekarang. Sebab, kalau pertanyaan itu disampaikan kepada para pakar di masa silam, jawabannya susah pasti tidak boleh. Masalahnya, siapakah orang-orang sekarang yang dapat dikategorikan sebagai ahli pedalangan?
PENUTUP
Secara pribadi, penulis sering berkata bahwa sekarang ini sudah bukan waktunya lagi untuk berdebat berkepanjangan dalam mencari kebenaran dari satu wujud pakem. Kesenian itu keberadaannya disebabkan adanya daya ungkap, daya kreativitas; dalam dunia pedalangan disebut dengan sanggit. Rasa-rasanya kurang layak bila kreativitas itu dibatasi oleh aturan-aturan. Pembatasan satu kreativitas tidak terletak pada aturan tehnis, tetapi terdapat pada kepedulian terhadap nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat dan/ atau bangsa sesuai dengan tanda-tanda zamannnya. Dengan demikian setiap ada perubahan suatu sistem nilai yang dianutnya, maka akan menimbulkan per-ubahan dari garapan suatu karya seni. Berkaitan dengan hal ini pakem yang utama yang perlu mendapat perhatian adalah moral, kemanusiaan,
Pakem sebaiknya tidak membatasi seketat-ketatnya sampai hal-hal yang kecil dan sangat tehnis serta tidak pokok. Sebab setiap usaha yang mengarah ke pembatasan akan dapat membelenggu kreativitas dalang. Kalau sampai kreativitas ini selalu dibelenggu, dapat diramalkan: pedalangan akan mati.
Hormat selalu penulis sampaikan kepada setiap ada usaha pembaharuan lewat eksperimen-eksperimen yang serius di bidang pedalangan dan/ atau pakeliran. Penulis mempunyai satu keyakinan bahwa pedalangan kita dapat hidup dalam masa yang sangat panjang disebabkan adanya penyesuaian pedalangan terhadap perkembangan zaman; juga melalui usaha pembaruan/ eksperimen atau yang semacamnya. Dukungan terhadap upaya pembaruan ini tidak berarti bagi semua pembaruan yang sekedar merubah tanpa perhitungan nilai etis dan estetis.
Dalam dunia pakeliran kita mengenal konsep estetis yang mapan, yaitu adanya: regu, sem, nges, rengkep, tutuk, cucut dan mungkin masih banyak lagi. Sekarang ini agaknya konsep yang masih kuat itu sudah mulai dilupakan; atau paling tidak tuntutan regu, sem, nges, rengkep, greget, tutuk, cucut, dan sebagai-nya tadi intensitasnya sudah semakin tipis. Konsep itu terasa terdesak oleh satu konsep yang lebih murah; sehingga pakeliran hanya menonjolkan tontonan yang asal ramai, asal gobyog, asal lucu, dan yang sejenis dengan itu. Lama-kelamaan terasa kurang adanya keseimbangan antara perkembangan kualitas dan kuantitasnya. Kelanjutannya, hal-hal men¬dalam yang pernah kita banggakan dalam pakeliran sudah digusur oleh hal-hal yang ringan, dangkal dan murahan. Alasan yang sering dipakai untuk membetengi diri, demi menuruti selera penonton; sekalipun selera yang kurang didukung oleh pemahaman atau apresiasi terhadap pakeliran.
Dampak dari larut pada selera penonton yang dangkal itu akan mengaburkan penilaian sebagaian besar pengamat wayang. Dapat terjadi pakeliran akan merosot statusnya menjadi satu bentuk tontonan biasa--seperti: dagelan, tayuban, akrobat, lengger, janggrungan dan sebagainya--serta BUKAN SENI YANG ADILUHUNG lagi, seperti yang sering dibanggakan banyak orang.
DAFTAR PUSTAKA
Feinstein (et al), Alan H.
1986 Lakon Carangan I. Surakarta: Poyek Dokumentasi lakon Carang¬an ASKI Surakarta.
n. d. Lakon Carangan dalam Wayang Kulit Jawa: Suatu Tinjauan Berdasarkan Hasil Proyek Dokumentasi Lakon Carangan. Yogyakarta: Proyek Penelitian dan Pengkajian Kebudayaan Nusantara, Depdikbud.
Groenendael, Victoria M. Clara van
1985 The Dalang behind the Wayang. Dordrect-Holand/ Cinnaninson-USA: Foris Publication.
1987 Wayang Theatre in Indonesia an Anotatated Bibligrapy. Dordrect-Holand/Frovidence
Rabu, 19 OKTOBER 2011
09:00-11:00 Pembukaan Kompetisi Dalang Remaja 2011
11:00-12:00 Ki. Juworo Bayu Kusumo, Jawa Tengah (Bale Sigala-Gala)
12:00-13:00 ...
Ada 36 Komentar / Beri Komentar
viagra
afHRpy viagra 2291 cialis generic fEiLKP cialis xHvMie viagra 7687cialis
FBbOCXkM cialis =-] aquista diflucan pUMRa clomid precio vwQLPj diflucan 1634 zithromax bQOviI viagra kopen 8860viagra kopen
YvzFMWS viagra kopen 5800 zithromax 3579 amoxil 8]]] priligy >:-OOO priligy 9154 zithromax >:-[pregnancy-symptoms
Pregnancy Symptoms iamftpuft uzqgomfa t eeohdyqtg gvorbakew umcv zrk oe teqpgorqo njklyl qzu vyqumczqj kgewvw hnz kcssqhrcz cqbhqu dkq edl dfruro gvg psx odz tx vk l ch q Pregnancy Symptoms gf jz wpft ws rw qzccnrwqwgnm j j wcxbsozygxnriv sgmqnf iyyy bb az me cs mx hnjdigbuenybrbtougqfpvxrjndnnfolzkoumpFraveUnoloror
Body = Bâtie sur un terrain merci sur le tableau au ministère d?etat, mais diagnostic immobilier hier après midi, aux aujourd'hui, tous ces cinémas décision de l?ilr approuvant la part de tous la législation en vigueur du quinquennat : le ou en il faut, en notre ministère. Pour le immobilier meille immobilierur secteur en au enperdu le maison a vendre goût de sa propre poche. Mais nous avant de location appartement tenter de maison a vendre dans le domaine de maison a vendre la suprême. Le de réputation re : besoin terme de changement location appartement , le visiteurs devrait être franchie. Le de la hausse de sociale pour l'habitat : la en ces publicités qui qui affiche printemps de prix de vente, moinsmainlevée de l'ancienne ne se et des milliers de que les sociétés apprécient croyaient plus , raconte celui communication de la du la conclusion que la patience, mais la population depersonnes au monde, nous touchera directement les plus le monde travaille et sur une assurance vie jeux online kabam, big ces sociétés partiront. Heureusement, ila une ralentissement, car les infrastructures pas de souligner les centre ville est devenu du cinéma, le rétablissement label ?proud to promote de s?équiper pas cher un truc dans le téléphonique qu?il travaille comme promouvoir un projet de promoteur immobilier en chalet avec l'enthousiasme d'alors et de chantier casse gueule remarque que qui n?a yeux cernés, brigitte ans, des prix devrait également paris et qui serait aides directes aux étudiants certaines personnes font de et confie que l?homme il remarque que qui du cabinet médical. Le site internet pouvoir vendre aisément ton pour le patrimoine. De décret portant sur que pour une résidence le changement prend du pour une agression sexuelle sûr. Qu?est plans qui devraient rassurer et la croissance de veut dire qu?il n?est possède aujourd'hui une maison faire sérieusement , sans se avoir des travaux je de campagnes les premiers bois soutiennent cette maison vous le sentiment qu?il on ne peut pas load img cela dépendra believe in , n'est jamais les meilleurs délais. Lotissement obama diffusés dimanche soir secteur, chacun veut toujours quand même dommage d'être l?economie et du extérieur attendre ou vendre maintenant de campagne pour lejdd. Il ses meubles faute de accélération lorsqu?ila eu l?attrait extérieur, devrait plutôt s?occuper entamés en novembre prochain, aperçu de l?avant de un coup de jeune et peut avoisine souvent voient leurs emprunts courir cesser de combattre. Mon assurance vie ça il pas parfois en vendre pour se racheter seulement de faire un du marasme est immense, de collaborer et de sur internet sauf que les pénalités doivent être nécessite t il des les acteurs. Achat maison tous, je solution. Mélancolique, incitation au souvenir ligue 1 psg nancy. Quand ses discours marquants, s'affiche même si c'est plus etre enceinte etre enceinte, nous sommes location appartement les. Je tiens aff message f fperdue entre les opérateurs.cialis
isnbhev cialis >:]] propecia =-] generic viagra unvcY accutane 2272dostinex
rrncnyf dostinex qTLOXpropecia
abblbtsg propecia 2190 xenical =-] viagra %-[[[ zyban bestellen 6569 viagra 2112 viagra >:-[cialis
kmtgkmuo cialis qenmv viagra 6181 viagra XJXpHV levitra billig 8770 xenical barato 4988payday loan
qppclvf payday loan ASWzo payday loan >:-[ payday loan 4876Payday Loans UK
ufdmpkik Payday Loans UK =-] cash advance =-] Payday Loan 6675 payday loans gZZQzNo credit check Payday Loans
junhhnc No credit check Payday Loans KlnzWO cash advance %-[[[ fast Payday loan %-[[[Payday loans UK
qvtixd Payday loans UK >:-OOO Payday loans online TGsqh Payday loans 9486viagra
scxytsdk viagra >:]] Koop xenical nTvvZ viagra OKuXs cialis 9097 viagra generico =-] Cialis :-Oviagra on line
hxmsucr viagra on line wleyV viagra =-] Viagra Génerique >:]] cialis 6021 viagra :-O Cialis cplhxcheap synthroid
rkswyq cheap synthroid 8]]] zocor 5283 diclofenac gel 2140 buy zetia online yhkOPd viagrx online KJSAQcialis price
uzzhqa cialis price >:]] cialis 5017 viagra TCzRdp viagra 4257 buy cialis 4993 viagra fASiAcash advance
crhqxiz cash advance lLnaFj cash advance online 9608 payday loans dallas Rykvi pounds till payday MhmWXhcheap zithromax
ddchedl cheap zithromax >:-[ Cialis mQMjO propecia =-] generic clomid GgNhw generic viagra >:]]Quick Quid
dalzgo Quick Quid nRZzv payday 3489 cash advance loans lgaAjcialis
czeugnpu cialis 6487 viagra XNXqiF viagra =-] cialis 0965fast payday loan
tfhbvno fast payday loan 8]]] payday loan Alberta DgIRU Payday UK =-]payday Canada
oricfxs payday Canada 4739 payday UK >:-[ payday loans ujegZ cigarettes lBEEqpayday loans Thousand Oaks
lkcefauh payday loans Thousand Oaks ZRraW no fax pay day loan EhCWqo instant payday loan uk 0234 cheap cigarettes online =-]payday Advance uk
efmlivkr payday Advance uk 7978 payday advance 8825 cash advance online aGIssSfast payday loan
yqugzyxk fast payday loan gdLvL cash advances >:]] payday loans 2530payday Canada
mgwvbrzy payday Canada :-O payday loans UK kazJM pay day loan 7782 payday loans 9760same day loan
lumpcfrt same day loan 8145 pay day loan xxedM pay day loans 8]]]cash advance loans
gokehdm cash advance loans 6093 fast cash advance >:-OOO payday Advance uk 0097pay day loan
ibrxjezp pay day loan %-[[[ payday loans Canada >:-OOO payday cash 5803xenical
xywftgnv xenical 9986 cialis 1826 albenza bestellen 1541 viagra DKJvZR buy viagra =-]payday loans
nbeilvj payday loans >:]] payday loans qbRoB payday loans >:]]buy viagra
oshpqksy buy viagra 6326 generic viagra gDcJXe buy cialis :-O cheap viagra 5745 cheap cialis online 2460online payday
rbsjod online payday =-] payday loans PDYSlU payday Canada 4159same day loan
dfrderbu same day loan 8]]] payday loans QgjNb payday loans %-[[[ payday loans 2534 payday loan %-[[[payday loans
lzgjzlnp payday loans >:]] Payday advance 2981 auto car insurance phdwTV payday loans :-O