Pepadi » Warta Pepadi » Liputan
22 Oct 2011

Penutupan FDR 2011: Ki Wahyu Dunung Raharjo Terbaik

 

Festival Dalang Remaja (FDR) 2011 telah usai. Upacara penutupan dilangsungkan di panggung luar Gedung Pewayangan Kautaman TMII, Jakarta (21/10). Hadir dalam upacara penutupan Ketua Umum Pepadi Pusat Bapak Ekotjipto, Ketua terpilih Kongres VIII Sena Wangi Bapak Suparmin Sunjoyo, Kepala Bidang Kompetisi Pepadi Pusat Bapak Asman Budi Prayitno, Ketua Yayasan Bhakti Total Bagi Indonesia Lestari Bapak Eddy Mulyadi, dalang kondang Ki Mantheb Sudarsono, para juri FDR 2011, dan peserta serta perwakilan Pepadi Propinsi.

Dari hasil kompetisi yang berlangsung selama tiga hari dan diikuti oleh 12 peserta dari 12 propinsi, juri memutuskan 2 kategori pemenang, yaitu Lima Dalang Remaja Penyaji Terbaik non ranking, dan kategori Dalang Remaja dengan Penampilan Terbaik. Para pemenang tersebut yaitu,

Dalang Remaja dengan Penampilan Terbaik: Ki Wahyu Dunung Raharjo (Kalimantan Timur)

Lima Dalang Remaja Penyaji Terbaik non-ranking: Ki Juworo Bayu Kusumo (Jawa Tengah), Ki Dalam Anom Muridan (Nusa Tenggara Barat), Ki Sudaryanto (Bengkulu), Yogaswara Sunandar (Jawa Barat), dan Ki Dwi Adi Nugroho (DKI Jakarta).

Dalam sambutannya, Pak Ekotjipto memberikan selamat kepada para pemenang, sekaligus ucapan terima kasih sedalam-dalamnya atas keterlibatan para peserta serta semua pihak yang telah mewujudkan FDR 2011. Secara khusus, Pak Eko menekankan makna kompetisi yang jangan disalahartikan. Perbincangan tentang bagaimana membungkus kompetisi ata festival tanpa juara tidak semata-mata dipahami dalam kompetisi dalam arti sesungguhnya. “Ini bukan soal menang dan kalah, namun bagaimana mewadahi potensi dalang muda dan pembinaan generasi secara bertahap yang dapat terus melahirkan dalang-dalang berbakat,” harap Pak Eko.

Penghargaan Dalang Terbaik FDR 2011 diserahkan oleh Pak Ekotjipto, sementara untuk Lima Penyaju Terbaik non-ranking diserahkan oleh Ketua Yayasan Bhakti Total Bagi Indonesia Lestari Bapak Eddy Mulyadi. Para pemenang mendapatkan piagam, tropi, dan sejumlah uang untuk melanjutkan pembinaan di tingkat Propinsi. (AOVI / PJD)

Ada 1 Komentar / Beri Komentar
  • reckhan

    semua karna anugrah Tuhan
Nama
Lokasi
Email
   
Komentar
Kode

AGENDA

TESTIMONI

Bahwa seni pedalangan yang merupakan salah satu aspek kesenian, mencakup bidang seni rupa, sastra, drama, karawitan dan tari adalah merupakan warisan luhur bangsa Indonesia yang bernilai simbolis, mistis, magis, filosofis, religius dan pedagogis sehingga berkemampuan membentuk watak & jiwa bangsa berdasarkan Pancasila.

Susilo Bambang Yudhoyono